Title : Our Life | Cast : EXO’s Oh Sehun | Length : Chaptered | Genre : fail!Action, Idol life | Rating : 13+ (PG)

***

Kai bersiap. Juga Sehun. Dan L, Chunji, Yoseob dan semua orang di ruang. Atmosfer penuh tensi memenuhi ruangan, dikarenakan ekspresi masing-masing dari mereka. Alasan? Mungkin B.A.P. lagi.  Atau sekedar ini hanya masa sibuk untuk mereka semua.

Sehun mendongak dari tempat duduknya, menatap Kai yang berdiri di sampingnya. Ketika mata Kai mulai bertemu dengan miliknya, Sehun berbicara, “Kai, jika ini semua terjadi, kita harus apa?”

Kai menaruh dirinya di samping Sehun duduk. Sembari meneruskan dengan kain goni panjang di tangannya, ia memutar otak. Dirinya menatap lama kain panjang itu yang perlahan-lahan ia balutkan di telapaknya. Dengan hembusan nafas sebelumnya, Kai berbisik, “Entah, Hun. Kita hanya harus melakukan semua, lalu bertindak sesuai hasil yang tercapai.”

“Jadi, jika kita kalah?”

“Kita hanya akan babak belur.”

“Ah.”

Bukan hal berat, pikir bocah putih itu. Hanya babak belur saja ia sudah sering. Siapa bilang seorang idol pasti adalah anak cengeng dulunya?

“Dan reputasi kita mungkin turun sekitar lima puluh persen.”

Bat, topeng, dan tindik.

Cat, keropeng dan terbidik.

Semua itu cukup untuk menggambarkan parahnya situasi di gudang bekas di belakang gedung MBC. Tipikal adegan di drama-drama, dimana para aktor bertengkar di gudang yang terlupakan. Tapi, ini kita—para idol. Cukup membuat fans menjerit, menurutku. Bukan hanya karena betapa tampannya kita dengan beberapa tetes darah dan keringat di tubuh, tapi juga karena mengingat betapa ganasnya kita.

Ketika semua energi milik masing-masing sisi sudah terkuras, Bang Yongguk melontarkan sebuah kalimat, setelah kalimat terakhir pada sekitar setengah jam yang lalu.

Ya, kami tidak menyuruh kalian menerima semua ini. Berserah saja lah.”

Berserah? Bah.

Persetan dengan kata apapun yang keluar dari mulutmu, Bang Yongguk.

“Lalu menurutmu kami harus menyerah? Kau lebih tolol dari yang kukira, jika memang kau pikir begitu.”

“Hah, kalian lebih tolol dariku jika tidak menyerah sekarang juga. Kami perlu ketenaran juga, kami hidup dengan ketenaran juga, sama seperti kalian. Maka, hentikan sekarang juga, kalau tidak kami akan  mengut    memanggil   membant    kalian tidak   nucalgkesdjvcn

“Lho?”

Sehun bingung, pun dengan Chanhee dan Byunghun di sisinya. Cerita di buku tulis yang sudah setengah jam mereka tekuni itu tiba-tiba terputus di bagian paling seru. Ah, ini hampir seperti menonton episode final drama yang tiba-tiba terputus di tengah karena listrik mati tiba-tiba.

Mengerjapkan matanya, Sehun menoleh. Chanhee dan Byunghun juga. Alih-alih takut tertangkap,  agak sulit bagi mereka untuk membendung rasa penasaran. Siapa juga yang tidak penasaran ketika membaca cerita fiksi tentang kehidupan idol mereka—para trainee. Dan terutama jika genre utama fiksi itu aksi.

Dan mereka harusnya takut karena tepat di belakang mereka, yang memiliki buku sudah bersiap—Yun Soojin. Lalu ketika mereka bangkit untuk kabur, teriakan dari Soojin menghampiri tiga pasang telinga mereka.

“Kalian brengsek! Mengintip buku milik orang itu tidak baik! Kukutuk kalian! Kukutuk waktu debut kalian masih lama!”

Setelah tiba di kantin (ya, mereka setidaknya bisa beli minum ketika beristirahat), mereka duduk, dan membeli air minum. Kala nafas tiga dari mereka sudah sedikit lebih normal, Byunghun berbicara, “Tapi, cerita itu lumayan juga. Dan, Hun, sekarang setidaknya kau tahu Soojin juga suka denganmu.”

Sehun menatap Byunghun dengan tatapan ‘brengsek-kau-persetan-dengan-itu’, lalu ia menginjak kaki Byunghun. Sementara mereka sedang berkonsentrasi untuk membalas satu sama lain, Chanhee berpikir.

“Tapi, jika dipikir-pikir…”

Byunghun dan Sehun berhenti.

“…kehidupan idol itu yang terbaik yang bisa kita harapkan, ya ‘kan?”

“Ya juga, sih.”

“Ah, tapi toh kita akan berpisah nanti ketika sudah debut,” komentar Byunghun.

“Tapi kita tidak boleh sombong ya?”

“Maksudnya?”

“Tidak peduli siapa debut dengan siapa, ataupun siapa lebih populer dari siapa, kita harus tetap berteman ya?” tanya Chanhee.

Ya, Chanhee,” Byunghun membuat Chanhee menengok.

“Bung, kau seperti gadis sentimental, asal kau tahu.” Tentu, Sehun tidak bisa menahan tawa atas olokan Byunghun barusan.

“Sial, awas saja kau. Aku akan jadi lebih keren dari kau saat debut nanti.”

Dan untuk sekarang, mereka hanya bisa menunggu dan melakukan yang sebaik mungkin untuk memenuhi tuntutan debut.

∞FIN

YESH FINISHED ALL CHAPTER~ Selesai akhirnya, kkeut, the end, udah gapake to be continued lagi~ Gimana, gimana? Aduh maaf banget endingnya jelek. Udah gabisa mikir lagi ending kaya apa yang bagus. Tapi, makasih banget yang udah mau baca~

Last but not least, mind to review?

Zyan

Advertisements

Say!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s