Title : Our Life | Cast : EXO’s Oh Sehun | Length : Chaptered | Genre : fail!Action, Idol life | Rating : 13+ (PG)

***

“Itu saja, ada pertanyaan?”

Oh, kelas sudah selesai?

“Jika tidak ada, saya akan mengajukan pertanyaan. Oh, which of cell organells doesn’t participate in cellular divison?”

Ok, ini susah.

Aku melirik ke kanan, ke kiri, ke arah guruku. Aku melirik Yoseob. Bibir laki – laki itu menggesturkan kata ‘ribosomes’.

Ribosomes, Mrs.”

“Ok. Kelas bubar.”

Thank goodness.

Aku menjatuhkan kepalaku di atas mejaku yang sudah terasa dingin lagi. Aku sudah melihat samar–samar surga mimpiku—sebenarnya hanya bayangan gelap sih—ketika seseorang berteriak di telingaku.

Yaaaa, OH SEHUN! Ayo main basket di luar!”

Berandalan kecil ini lagi.

“Kau. Tidak lihat aku sedang di tengah surga?”

“Sejak kapan kau suka kelas?”

Astaga.

“Bukan itu. Ini.” Lalu aku menaruh kepalaku di atas meja lagi.

“Eh, kau jatuh cinta dengan… Mejamu?”

Dasar parasit laut.

“Myungsoo, yang kumaksud adalah aku. Mencintai. Area tidurku.”

Ya! Aku tak suka panggilan itu. Panggil aku L seperti biasa! Dan dengan hyung!”

Mulai lagi.

Namaku? Yah, tadi aku di kelas sudah di panggil dengan mengenaskan, atau bisa dibilang diteriaki dengan mengenasakan. Kalian tidak memperhatikan? Tsk.

Namaku Oh Sehun. Umurku? Yang jelas aku kelas sepuluh. Aku anak yang, well, tidak tahu, deh. Tanya Myungsoo saja kalau yang itu.

Ada empat kelas di angkatanku. Aku kelas X-B. Myungsoo kelas X-A. Tidak tahu ia kenapa, tapi ia seperti laki – laki gay ketika bertemu denganku. Serius. Padahal mukanya dingin, keren, tampan. Bukan aku yang mengatakan semua itu. Yun Soojin yang bilang.

Siapa Yun Soojin? Well, tapi ini rahasia, ya. Jangan bilang siapa – siapa.

Dia anak perempuan yang suka membaca dengan kacamata burung hantunya. Atau singkatnya nerd. Ia menghabiskan sembilan puluh delapan persen waktu sekolahnya di perpustakaan dan di kelas, dan sekitar sembilan puluh delapan persen waktu hidupnya digunakan untuk membaca. Bukan gadis yang menarik. Tapi, tidak akhir–akhir ini.

Aku menjadi partner subject biology-nya untuk semester ini.  Aku beruntung. Itu apa yang dikatakan Myungsoo. Tapi, tidak bagiku. Setidaknya bagiku saat itu. Ia diam. Hanya bertanya saat tidak ada yang dimengertinya. Padahal jika ia bertanya, memangnya aku bisa menjawab? Kami terus seperti itu sampai minggu ketiga aku tidak kuat dan mengajaknya keluar.

Ia menjadi sangat menarik ketika itu. Kau perlu memberi underline, italic, bold dan highlight pada kata ‘menarik’.

Ia menjadi orang yang berbeda dengan manusia penyendiri yang suka membaca, super kuper dan nerd di sekolah. Ia menjadi menarik. Sangat. Dan sejak saat itu, aku… aku… aku, apa ya? Menaruh hati padanya. Mungkin. Sejak saat itu juga, aku kecanduan mengajaknya keluar.

By the way, kau tidak kuat untuk membendung perasaan untuk tahu siapa teman–temanku? Well, tidak apa–apa, sih. Biar kujelaskan.

Pertama, ada bocah mengesalkan bernama Yang Yoseob. Ia dari kelas X-B. Ia adalah seorang Kingka. Kau tidak tahu Kingka apa? Kingka itu sebutan untuk orang paling keren, paling tampan, paling pintar, paling menonjol seperti dirinya. Ia sebenarnya orang bermuka dua. Ia berteman dengan teman, dan bermain dengan lawan. Hobinya yang lain adalah memaksa orang memberikan uang mereka padanya. Oh ya, dan juga hacking—untuk apapun tujuannya. Yep, that’s right. Ia seorang gangster. Padahal ia juga seorang Idol. Kau terkejut? Hahahahahahaha. Sebenarnya tidak lucu, sih.

Faktanya, kita semua adalah Idol. Aku idol, Myungsoo Idol, Yoseob Idol, dan hampir semua murid sekolah ini seorang Idol. Lanjut.

Kedua, ada Myungsoo. Iya, bocah gay yang tadi. Ia seorang kingka juga dari kelas X-A. Ia memiliki otak paling baik di antara kami berlima. Jangan menyela, nanti kujelaskan. Myungsoo memiliki bergudang–gudang piala dari lomba yang menggunakan otak seperti matematika, fisika, semacam itulah. Ia mendapat peringkat pertama pada delapan tahun berturut–turut dalam masa pendidikannya. Mmmmh, yeaaah. Semacam itu. Ia juga orang yang memiliki masalah hormon—itulah mengapa ia jadi orang yang kecanduan dengan kegiatan seksual. Dan hal pentingnya, ia adalah ketua geng kami.

Ketiga, ada banci dari kelasku bernama Chunji. Yah, banci. Dan gay. Seperti super gay. Benar–benar gay. Kau tahu, seperti sangat banci. Ia berkali–kali curhat padaku bahwa dia menyukai sesama jenisnya dari kelas X-D bernama L.Joe. Dan dengan itu aku merasa risih. Kau tahu, perasaan saat kau diberitahu oleh temanmu bahwa dia orang dengan kelainan orientasi kelamin atau yang bisa disebut homoseksual.

Keempat, ada pria baik bernama Dongho. Kau pasti tahu bocah ini. Member U-Kiss. Ia baik hati lembut, dan ramah. Tapi siapa yang menyangka bahwa ia adalah seorang anak dengan latar broken home. Tapi, keuletan dan prinsip konsisten selalu dipegangnya. Maka ia bisa menjadi idol saat ini. Dan siapa sangka ia disukai di mana–mana.

Kelima, ada bocah paling yadong di sekolah ini, Kai. Yep, super yadong. Ia menonton film berbatasan umur dua puluh satu pertamanya pada saat usianya baru menginjak satu dasawarsa lebih empat tahun. Ia juga seorang raper. Kau tidak salah baca—bukan rapper, tapi raper. Mungkin ia memang rapper, tapi yang kumaksud di sini ia seorang raper. Entah kenapa semua hal yang berkaitan dengan seksual menjadi ketertarikannya. Tapi di belakang semua itu, sejujurnya ia anak yang pandai dan ramah kepada orang tertentu yang ia anggap dekat.

Keenam, ada pemuda super laki-laki bernama Tao. Ia murid yang ditransfer ke sini. Dan katanya, guru lamanya di Cina senang sekali ia dikirim ke sini. Dan tak lama kemudian, alasannya terungkap. Ia benar–benar seorang bad student. Tak hanya itu, ia juga pemalas. Pekerjaan rumahnya tak pernah dikerjakan. Dan ia juga seorang murid yang sadis—jika ia mendendam, ia tak segan–segan membalaskan dendamnya. Tapi jauh didalam dirinya, ia anak yang setia kepada teman–temannya dan tidak pelit.

Ketujuh, diriku sendiri. Sifatku… entah. Aku bukan tipe orang yang peduli dengan keadaan sekeliling jadi aku tidak terlalu peduli dengan kesan atau pemikiran orang lain atas diriku. Kalau kau benar–benar ingin tahu, tanya orang lain saja.

Sudah, aku ingin tidur lagi.

Aku teringat wajahnya lagi. Padahal ini di tengah pelajaran. Apa yang harus kulakukan?

Aku teringat segala detail tentangnya. Dan ini buruk. Aku mengingat aromanya. Perangsang pada hidungku tergelitik, saat teringat aroma madu itu.

Aku ingat warna matanya yang gelap, mencerminkan segala hal tentang dirinya. Bulu matanya yang lentik, bentuk matanya yang selalu misterius. Alisnya yang berwarna kelam, mempertegas karakter pribadinya yang tidak terlalu terbuka.

Aku ingat rambutnya yang selalu melambai dengan ringan. Aku ingat postur tubuhnya yang tegap, keras, sekaligus flawless. Aku ingat setiap ekspresi yang ia buat setiap kali ia tertidur. Aku ingat senyumnya yang lembut—senyum pertamanya padaku.

Dan terlebih lagi, aku ingat betapa besarnya rasa sukaku padanya. Dan mungkin saja, rasa itu yang membuat pipiku terasa membara saat ini. Tuhan, tolong buat aku fokus lagi.

Aku tidak ingat berapa lama lagi aku bisa menunggu untuk melihat orang itu. Yap, hanya melihat, tidak berinteraksi. Well, kenapa? Karena… banyak faktor.

Satu, ia bukan orang yang ramah. Kelewat dingin malah. Berapa ratus pun gadis di sekolah ini yang berusaha menggodanya, semua gadis itu mungkin terlihat seperti gabus yang dipahat oleh Michael Angelo mungkin di matanya. Aku malah khawatir, jika sebenarnya ia seorang gay. Serius.

Dua, ia orang paling canggung yang pernah kutemui (yeah, seakan – akan aku bukan orang yang sering terjebak di suasana canggung juga). Tapi, sungguh deh. Biar kuberi contoh.

Tiga, ia bukan orang yang tepat untuk berinteraksi. Ia tidak bisa menjawab hal penting secara tulus.

Dan ia bukan orang yang peduli. Contoh, bayangkan Yoseob tersandung secara jelas di depan matanya, hingga secara tidak sengaja aspal hitam mencium hidung Yoseob. Dan kalian harus tahu ia memilih untuk pergi seakan hal itu tidak pernah ada.

Kalian pasti menganggap aku bercanda. Tapi, nyatanya tidak. Kau tidak percaya? Oh, ayolah. Dari sikapnya di dunia entertainment sekarang pasti kalian bisa menilai pernyataanku.

Tapi, dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan mencintai orang dingin sekaligus idol international sepertinya. Sungguh. Aku bahkan tidak pernah menyangka akan masuk sekolah ini, bertemu dengannya, bahkan menjadi pasangan untuk pekerjaan biologinya. Sungguh, Tuhan terlalu baik. Hey, aku berkata untuk kalian yang tidak bersikap baik pada Tuhan kalian.

Tapi, aku tahu satu hal yang tidak diketahui para fansnya. Banyak hal, sih sebenarnya.

Ia seorang gangster.

Yep.

Tunggu, bukan.

Otak dari geng itu sendiri.

Sebenarnya, kalian tahu ‘kan, seberapa tidak pintarnya ia di kelas tadi? Tapi, itu hal berbeda menyangkut ke arah mengapa ia menjadi ‘otak’.

Ia orang yang seumur hidupnya, dididik untuk menjadi anggota militer. Tapi, bukan mendapat buah baik, kakeknya—mantan jenderal salah satu kavaleri terbaik, yang mengajarinya secara pribadi—merasa kecewa. Bayangkan saja, kakeknya ingin ia menjadi orang baik – baik, menjadi kebanggaan negara serta namanya harum. Apa yang sebenarnya terjadi sekarang? Ia menjadi gangster, menjadi ‘otak’ kelompok itu pula. Dan dengan konyolnya menjadi idol.

Untuk kalian yang tidak tahu ‘otak’ itu apa, biar kuberitahu. ‘Otak’ adalah seseorang yang merencanakan dan menyusun serta membuat suatu rencana berjalan lancar. Bisa dibilang seperti puppeteer—dalang. Kunci segala kejadian. Dan orang itu dia—Sehun.

Entah apa yang membuatku tetap menyukainya selama satu semester ini. Malah bertambah besar setiap harinya. Sedangkan aku tidak tahu apa yang ia pikirkan mengenai diriku. Ia terlalu tertutup. Mungkin ia menganggapku menjijikkan. Atau freak—aneh. Atau bahkan tidak pantas.

Sudah dulu untuk bocoran mengenai dirinya. Aku pergi dulu. Sudah waktunya makan siang. Bye~

FIN

Hahay, akhirnya prolog ini di post. Sorry yang nunggu lama buat liat FF abal kali ini. Tapi, maksud aku majang iklannya lama-lama di home itu, sebagai penunda waktu ngepost, soalnya chapter terakhirnya belom selesai. Nah, berhubung semua udah selesai sekarang, prolog dan chapter selanjutnya bakal aku post juga dengan selang satu minggu masing-masing chap. Please look forward for it~ And don’t forget to leave some comments!

Zyan

Advertisements

Say!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s