Hi!

say-hello-to-my-little-friend-1

Title : Hi! | Main Cast : You, Bias | Genre : Romance, School life | Rating : PG-13 | Length : Ficlet (498 Ws)

***

‘Hai, kau kemarin terlihat dan Hai, kemarin nilai ulangan kimiamu berap

Hai, aku sudah menyukaimu dalam beberapa bulan ini. Tapi, aku pemalu akut, jadi aku baru bisa mengungkapkannya sekarang, melalui surat pula. Jika kau membaca, ketahuilah, aku masih menyukaimu. Jadi ka

Hai’

Surat aneh. Lagi. Dan ditujukan kepadaku dari entah siapa. Tapi isinya jelas menunjukkan dari penggemar rahasia. Sudah sebulan sejak surat pertama kuterima. Pertama kali kuterima, sama seperti sekarang. ‘Hai’ Hanya berisi itu. Tapi, entah ada yang membuatku menikmati pagi itu. Surat itu datang setiap hari Rabu per minggu. ‘Dia’ selalu merekatkan surat pendeknya di pintu lokerku. Dan tiap pagi di hari Rabu, aku selalu mendapati surat itu sudah lama menunggu untuk diambil. Artinya, ‘dia’ adalah anak rajin.

Entah mengapa aku agak merasa risih. Mungkin karena aku menaruh rasa pada orang lain. Aku menaruh rasa itu jauh sebelum ‘dia’ mulai memberiku ‘notes kecil penyemangat pagi’ di lokerku. I can’t hold this anymore. By the way, kau tahu salah satu Quote di MIB III?

‘Never ask a question, if you don’t want to know the answer – K’

Yeah, tadinya aku berharap bisa menaati quote itu. Tapi, dalam kasus ‘notes kecil penyemangat pagi’ ini, i don’t think so.

Pagi hari pada Rabu minggu selanjutnya, aku memutuskan untuk sampai di sekolah pukul 7. Yah, lebih pagi, untuk melihat dengan mata kepalaku sendiri siap sebenarnya ‘dia’. Okay, agent K benar.

Mataku sendiri yang melihat, otakku sendiri yang mengingat, dan tubuhku sendiri yang merespon.

Itu ‘dia’. ‘dia’ yang sudah membuatku menaruh rasa pada dirinya. ‘dia’ yang itu juga ternyata dia yang memberiku notes tiap pagi di hari Rabu. Itu benar – benar ‘dia’.

“Hey!” Karena saat itu masih pukul 7, baru aku dan dia yang berada di lorong lantai 3 ini. Untungnya, ia segera menyadari, yang aku panggil tadi dia.

“Hmm? Apa?”

“Kau yang selama ini memberi-“

“Kalau ada yang ingin dibicarakan, temui aku di roof, first break.”

Dan ia pergi dengan mudah. Well, ini penting jadi aku pergi ke roof siang ini juga. Ah, dan dia ternyata sudah menunggu di sana.

“Hey.” Aku mencolek bahunya dan ia menoleh.

“Dengar, singkat saja. Kau yang memberiku semua notes ini?” aku mengeluarkan semua notes yang telah kuterima. Melainkan menjawab, ia merogoh sakunya. Selembar kertas berantakan.

“Bacalah. Cepat.”

Hi, Well, aku memang pemalu akut. Aku bukan pemberani. Aku bukan apa – apa. Akh… mengapa ini rumit. Aku hanya ingin mengatakan aku well, aku. Begini. Katakan kau sedang melihat seseorang lalu jantungmu mulai berdetak cepat dan mulai mengalami penghitungan mundur seperti bom akan meledak. Memang jantungmu meledak, tapi tidak sungguhan. Tapi… yah, mengerti kan maksudku? Jadi, well, jika kau memiliki orang seperti itu—katakanlah si Kris yang terkenal itu (siapa tahu itu memang dia :p) —aku juga memiliki orang seperti itu. Dan anehnya orang itu kau. Jadi, ya begitulah. Orang bilang itu suka. Jadi aku mengatakan ini. AKU MENYUKAIMU.’

Really? Mulutku terbuka selesai membacanya.

“Hai juga. By the way, aku tidak menyukai Kris.” Matanya membulat.

“Siapa?”

“Pemalu yang setiap hari Rabu pagi memberiku notes kecil bertuliskan ‘Hi’”

FIN.

Comment yow!

Advertisements

Say!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s